Mounting drive ntfs di Debian Lenny

•Mei 27, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Salah satu hal yang sempet membuat saya klabakan saat memakai Debian Lenny yaitu saya tidak bisa memount drive ntfs seperti yang pernah saya lakukan pada Distro yang lain dengan menambahkan baris berikut pada /etc/fstab

/dev/hda1 /media/windows auto defaults 0 0

Huaaaaa…… knapa nih…… sempet berfikir untuk ganti distro saja. Namun saya tetep menginginkan Debian yang menghuni laptop saya :) . Dengan bantuan profesor google akhirnya saya menemukan jawabannya. Berikut adalah langkah-langkah yang saya lakukan :

1. install 2 file berikut menggunakan apt-get install

apt-get install libfuse2
apt-get install ntfs-3g

2. cek partisi

fdisk -l | grep NTFS

kita umpamakan ntfs yang akan kita mount adalah /dev/hda1

3. buat direktori windows didalam /media

mkdir /media/windows

4. edit file /etc/fstab menggunakan vi

vi /etc/fstab

5. lalu tambahkan baris berikut di dalam /etc/fstab

/dev/hda1 /media/windows ntfs-3g defaults 0 0

6. restart PC

init 6

Yup… intinya adalah menambahkan 2 file tambahan yaitu: libfuse2 dan ntfs-3g

Good Luck

Nvidia GForce 5200 di Debian Lenny

•Mei 27, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sedikit sharing setelah sekian lama tidak mengupdate blog. Kali ini mengenai instalasi driver Nvidia Gforce 5200 pada distro Debian Lenny. Awalnya saya juga kebingungan kenapa driver yang disediakan oleh website resmi http://packages.debian.org tidak ngefek apa-apa, sampai-sampai saya ulang berkali-kali instalasi drivernya bahkan Linuxnya hiks..hiks… Akhirnya saya menemukan jawabannya yaitu dengan menggunakan aplikasi sgfxi. Aplikasi inilah yang akan menginstallkan driver untuk kita.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah

1. Pindah ke direktori /usr/local/bin, mendownload sgfxi dari smxi.org, lalu mengubah permission sgfxi

cd /usr/local//bin/;wget -Nc smxi.org/sgfxi;chmod +x sgfxi

2. Matikan Display Manager

/etc/init.d/gdm stop

3. Menjalankan sgfxi dengan login sebagi root

sgfxi

Lalu tinggal mengikuti langkah-langkah yang muncul selama proses instalasi.

Good Luck

Editor Teks Vi

•April 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Editor Teks vi

Pada suatu sistem operasi editor teks mempunyai peranan yang cukup penting diantaranya digunakan untuk mengedit file konfigurasi, membuat dokumentasi dan membuat program. vi merupakan editor teks standar yang digunakan di lingkungan Linux dan Unix.

Memulai vi

Untuk memulai vi ketikkan salah satu perintah berikut :

$ vi : Memulai vi tanpa membuka file
$ vi nama_file : Memulai vi dengan membuka file nama_file
$ vi -r nama_file : Memulai vi dengan membuka file recover setelah terjadi crash

Modus Operasi

Modus operasi pada editor vi terdiri dari dua macam, yaitu :

1. Modus instruksi Pada modus ini setiap tombol yang ditekan akan diterjemahkan sebagai suatu perintah.Untuk masuk ke modus ini tekan tombol [Esc].
2. Modus edit Digunakan pada waktu penulisan teks. Untuk masuk ke modus ini tekan salah satu tombol : i, I, a, A, o atau O.

Pergerakan Kursor

Untuk menggerakkan kursor selain menggunakan tombol panah juga dapat menggunakan
perintah-perintah sebagai berikut:

h :     Digunakan untuk menggerakkan kursor ke kiri.
j :     Digunakan untuk menggerakkan kursor ke bawah.
k :     Digunakan untuk menggerakkan kursor ke atas.
l :     Digunakan untuk menggerakkan kursor ke kanan.

Menyisipkan Teks

Pada waktu pertama kali membuka sebuah file, maka anda akan berada pada modus instruksi. Untuk memasuki modus edit dapat menggunakan tombol-tombol sebagai berikut :

i :     Digunakan untuk menyisipkan teks mulai dari posisi kursor.
I :     Digunakan untuk menyisipkan teks di awal baris.
a :     Digunakan untuk menyambung teks setelah posisi kursor.
A :     Digunakan untuk menyambung teks pada akhir baris.
o :     Digunakan untuk menyisipkan baris kosong di bawah posisi kursor.
O :     Digunakan untuk menyisipkan baris kosong pada posisi kursor.

Menghapus Teks

nx : Menghapus  n  karakter   mulai   dari   posisi   kursor.   Fungsinya   sama   dengan   tombol [Del].
nX   : Menghapus  n  karakter   di   sebelah   kiri   kursor.   Fungsinya   sama   dengan   tombol [Backspace].
ndw  : Menghapus sebanyak n kata dari posisi kursor.
ndd  : Menghapus sebanyak n baris dari posisi kursor.

Menyimpan File dan Keluar dari vi.

Untuk menyimpan file dapat digunakan perintah-perintah sebagai berikut :

:w  : Digunakan untuk menyimpan file.
:w!  : Digunakan untuk menyimpan file walaupun filenya sudah ada.
:wq  : Digunakan untuk menyimpan file lalu keluar dari vi.
: x  : Digunakan untuk menyimpan file lalu keluar dari vi.
:q!  : Digunakan untuk keluar dari vi tanpa menyimpan file.

Copy, Cut, Paste

Untuk melakukan  cut & paste atau  copy & paste, anda dapat melakukannya dengan perintah
berikut:

nyy  : Digunakan untuk menyalin n baris pada posisi kursor ke buffer.
nyw  : Digunakan untuk menyalin n kata pada posisi kursor ke buffer.
P : Digunakan untuk menyalin data yang ada di buffer (termasuk teks yang baru dihapus dengan menggunakan perintah x, dw, dan dd) pada posisi  kursor.
p : Digunakan untuk menyalin data yang ada di buffer (termasuk teks yang baru dihapus dengan menggunakan perintah x, dw, dan dd) setelah posisi  kursor.

Penggantian Teks

Untuk mengganti teks anda dapat menggunakan perintah-perintah sebagai berikut:

r : Digunakan untuk mengganti karakter pada posisi kursor.
R : Digunakan untuk mengganti karakter pada posisi kursor sampai tombol  [Esc] ditekan.
ncw  : Digunakan untuk mengganti teks per kata.
ncc  : Digunakan untuk mengganti teks per baris.

Membatalkan perintah sebelumnya – undo

Setelah melakukan perintah pada modus instruksi anda dapat membatalkannya dengan menekan
tombol:

u : Digunakan untuk membatalkan satu perintah yang telah kita lakukan sebelumnya.
2u  : Digunakan untuk membatalkan dua perintah yang telah kita lakukan sebelumnya.

Membuka dokumen lain sewaktu mengedit file

Untuk membuka dokumen lain pada waktu anda mengedit suatu dokumen dapat menggunakan perintah (hanya dapat membuka satu dokumen):

:e nama_file : Digunakan untuk membuka file nama_file sewaktu sedang mengedit dokumen lain (hanya dapat digunakan jika file yang anda edit telah di simpan).
:e! nama_file  : Digunakan untuk membuka file  nama_file  sewaktu sedang mengedit dokumen lain tanpa menyimpan perubahan yang anda lakukan.

Keluar sementara dari vi dan mengeksekusi perintah

Pada waktu mengedit dokumen, anda dapat melakukan beberapa perintah Linux yang lain dengan menggunakan perintah sebagai berikut:

:!bash  : Digunakan untuk keluar sementara dari  vi  ke shell, lalu kembali ke  vi  dengan mengetikkan exit.
:!ls : Digunakan untuk keluar sementara dari vi, mengeksekusi  perintah  ls, dan kembali ke vi.

Ebook Pengenalan Komputer

•April 2, 2009 • 1 Komentar

Masih dari diktat kuliah Universitas Gunadharma yang ditulis oleh D. Suryadi H.S. yang berjudul “Pengenalan Komputer”, yang berisi tentang :

1. Perkembangan Komputer
2. Pengolahan Data dengan Komputer
3. Komputer dan Prosesor
4. Mengenal Hardware Komputer
5. Media Penyimpanan
6. Mengenal Struktur dan Penyajian Data dalam Komputer
7. Komunikasi Data dan Jaringan Komputer
8. Sistem Informasi Komputer dan Aplikasinya
9. Instalasi Komputer dan Organisasinya
10. Software

Silahkan download
PengenalanKomputer.rar

UN Teori Produktif VS TryOut Teori Produktif

•Maret 25, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kemarin selasa 24 Maret 2009 telah dilaksanakan Ujian Nasional teori produktif. Ada beberapa hal yang perlu dicermati mengenai pelaksanaan ujian ini.
Yang pertama adalah ketentuan syarat kelulusan siswa yang sempat berubah-ubah dan membingungkan. Jika sebelumnya syarat kelulusan antara ujian teori produktif dan ujian praktik produktif digabungkan dengan prosentasi 70:30, terakhir kali yang saya ketahui masing masing berdiri sendiri. Artinya syarat kelulusan ujian teori produktif adalah mencapai nilai diatas batas nilai minimal yaitu 4 sedangkan ujian praktik produktif batas nilai minimal 7. Akankah berubah lagi??
Yang kedua mengenai tipe ujian teori produktif yang hanya bertipe pilihan ganda. Tipe ujian ini sangat tidak cocok untuk diterapkan untuk siswa setingkat SMK. Seharusnya tipe ujiannya adalah pilhan ganda dan essay. Tipe pilihan ganda sangat mudah dijawab, bahkan siswa yang tidak tahu jawabannyapun masih bisa menjawab terlepas apakah jawabannya benar atau salah. Jika kita berbicara kualitas lulusan, bukan hanya sekedar lulus maka essay adalah tipe ujian yang tepat. Tapi 100% essay tentu sangat memberatkan siswa, karena itu tipe yang ideal adalah gabungan pilihan ganda dan essay.
Yang ketiga dan yang paling memgkhawatirkan adalah hasil ujian itu sendiri. Saya memberikan judul UN Teori Produktif VS Tryout Teori Produktif alasannya jika penilaian hasil UN Teori Produktif seperti yang terjadi pada Tryout Teori Produktif tentu kualitas pendidikan di Indonesia tidak bisa dipercaya. Memangnya ada apa dengan hasil Tryout Teori Produktif?
UN Teori Produktif baru dilaksanakan tahun ini begitu juga Tryout Teori Produktif. Saat pelaksanaan TryOut Teori Produktif sekolah kami mengambil kebijakan agar siswa menjawab di 2 lembar jawab yang berbeda, yang satu lembar untuk diserahkan ke Rayon yang satu lembar lagi dikoreksi oleh guru sekolah. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil TKM (Test Kendali Mutu) yang selalu berbeda dengan hasil yang dikoreksi guru sekolah. Dan ternyata hasil Tryout Teori Produktif yang di koreksi oleh Rayon (PDE?) berbeda jauh dengan hasil yang dikoreksi guru sekolah (termasuk saya pribadi). Ini mengindikasikan apa? Saya dan rekan-rekan guru sekolah yang tidak kompeten ataukah Pihak Rayon yang mengurusi koreksi ujian (PDE?) yang tidak bekerja sebagaimana mestinya?. Jika ini dibiarkan maka yang terjadi adalah nilai UN akan seperti nilai Tryout dan lulusan SMK tidak bisa dipercaya kualitasnya jika berdasarkan nilai yang ada karena pemberian nilai yang sembarangan dan asal ada nilai. Kesalahan guru sekolah ataukah pihak pengkoreksi di rayon?Bagaimana dengan di sekolah anda?

BiOS (Billing Open Source) aplikasi billing warnet

•Maret 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Billing Open Source (BiOS) Baliwae, merupakan sebuah billing yang diistimewakan untuk Warnet berbasis Linux. Meski demikian, aplikasi ini juga dapat dijalankan di berbagai sistem operasi. Aplikasi ini dibuat berbasis web dengan menggunakan PHP dan MySQL, serta beroperasi di atas aplikasi web server seperti Apache atau Lighttpd. Aplikasi ini terdiri dari dua bagian utama. Tampilan untuk operator (server), dan tampilan untuk pengguna warnet (client). Client dapat memantau durasi pemakaian dan biaya yang dikeluarkan dari komputernya, Administrator dapat menetapkan aturan biaya koneksi, dapat memonitor biaya yang harus dibayarkan client, memulai, menghentikan dan mereset billing client termasuk mencetak bill/nota untuk pelanggan dan menyajikan laporan pendapatan dalam bentuk grafis 3D, dsb.

Sebagai aplikasi buatan dalam negeri, fitur yang terdapat di BiOS tidak kalah dengan aplikasi billing komersial lainnya. Beberapa fitur yang dimiliki antara lain, memiliki interface yang mudah digunakan, tidak memerlukan kompilasi di client, bersifat ringan, mendukung berbagai macam varian tarif warnet, minim penggunaan bandwidth, dan dapat diakses dari beragam desktop manager (tidak tergantung pada satu macam distro linux tertentu).
Download : http://bios.googlecode.com

Dasar Teknologi Perangkat Keras Komputer

•Maret 12, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ebook ini adalah diktat kuliah Universitas Gunadarma yang disusun oleh E.S. Margianti, berisi tentang

1. Elemen Suatu Sistem Komputer
2. Video Display
3. Floppy Disk
4. Keyboard
5. Direct Memory Access- Controllers
6. Berbagai Memori
7. Komunikasi

Silahkan download

Subnetting Online Tool

•Maret 5, 2009 • 1 Komentar

Kemarin saya berdebat lewat messenger dengan temen saya mengenai subnetting. Awal mula perdebatan adalah saat temen saya dengan pengetahuan yang dimilikinya mencoba menggurui saya, ya sebut menggurui karena seolah-olah dia yang paling paham tentang jaringan. Mungkin karena dia kerja di sebuah konsultan jaringan jadi merasa lebih tau, argghh…….sebel.
Kemudian saya lempar topik mengenai subnetting, hal paling dasar dalam jaringan menurut saya. Saya kasih soal 192.168.1.1/26 ketemen, dengan segala argumennya dia menyatakan kalo 192.168.1.1/26 memiliki network 192.168.1.1 broadcast 192.168.1.64 netmask 255.255.255.192 IP yang bisa digunakan antara 2-63. Dari jawabannya tersebut saya bilang salah seharusnya network 192.168.1.0 broadcast 192.168.1.63 netmask 255.255.255.192 dan IP yang bisa digunakan 1-62. Saya transfer file yang berisi cara cepat menghitung subnetting tapi dia tetep pada pendapatnya, saya bilang masak konsultan jaringan ngitung subnetting aja gak bisa ntar kalo ketauan konsumen bisa-bisa dia dipecat bossnya. Namun dengan sombongnya dia menjawab bahwa jawaban dia yang benar dan selama ini semua baik-baik saja, wedew….sombong sekali. Perdebatan berakhir setelah sama-sama sepakat untuk mencari pendapat pihak ketiga.
Hari ini untuk membuktikan kebenaran jawabanku saya coba jalankan perintah ipcalc di debian namun tidak jalan, dan sayang ternyata Debian tidak menyertakan ipcalc dalam CD distronya. Searching di google saya mampir di http://jodies.de/ipcalc yang ternyata menyediakan tool online untuk subnetting.
Saya debat lagi sama temenku melalui messenger, lalu saya kasih link http://jodies.de/ipcalc agar dia menghitung sendiri. Diapun diam gak lagi menjawab messengerku huahahahaa…..puassss :) .

Ujian Nasional Praktikum Produktif SMK TKJ Bentuk Dukungan Terhadap OSS?

•Februari 25, 2009 • 2 Komentar

Rencananya ujian paraktikum produktif pada tahun 2009 ini diselenggarakan secara nasional. Jika tahun sebelumnya ujian diserahkan ke masing-masing sekolah mengenai judul dan materi ujian namun dengan standar judul yang sudah ditentukan, maka tahun ini baik judul maupun materi ujian secara nasional dibuat sama.
Yang membuat saya senang adalah judul dan materi ujian yang ada 75% (walaupun bisa juga 100%, tergantung kebijakan sekolah)menggunakan opensource software (OSS) dari keluarga NIX. Mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan judul dan materinya, karena khawatir dianggap membocorkan soal ujian tersebut walaupun saya yakin masing-masing sekolah sudah mendapatkan judul dan materi ujian tersebut.
Namun bisakah Ujian Praktikum ini dianggap sebagai dukungan terhadap OSS? Secara pribadi saya bilang bukan, pemilihan OSS adalah karena faktor kebutuhan Sistem Operasi berbasis Server yang kira-kira setiap sekolah bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi pilihan ada pada keluarga NIX. Alasan lain karena pada kenyataannya pelajaran produktif masih banyak membahas materi mengenai produk dari Microsoft walaupun sebenarnya kalo mau ambil materi dari keluarga NIX sangat dimungkinkan.
Terlepas apakah ujian praktikum ini merupakan bentuk dukungan terhadap OSS atau bukan, yang pasti pihak BNSP dan Dinas Pendidikan mulai memperhitungkan mengenai legalitas penggunaan OSS dan kemampuannya yang tidak kalah dengan produk-produk berbayar (bahkan lebih powerfull).
Salam.

Ebook Slackware Indonesia

•Februari 9, 2009 • 1 Komentar

Diantara distro Linux yang ada, Slackware asing bagi saya. Memang saya pernah menginstall slacware beberapa tahun yang lalu dan itupun tanpa GUI. Mungkin karena sedikit info yang bisa saya dapat tentang Slackware akhirnya saya urung mengenal lebih jauh tentang Slackware. Namun bagi kalian yang ingin berkenalan dengan Slackware, ebook ini mungkin bisa membantu. Isinya antara lain:

1. Pendahuluan
2. Instalasi Sistem Operasi
3. Sistem File
4. Proses Input Output
5. Editor
6. Komunikasi Antar Pemakai
7. Manajemen Proses
8. Shell
9. Administrasi User dan Group
10. Kernel
11.Sistem Backup dan Recover
12.Koneksi Jaringan

Silahkan download