UN Teori Produktif VS TryOut Teori Produktif

Kemarin selasa 24 Maret 2009 telah dilaksanakan Ujian Nasional teori produktif. Ada beberapa hal yang perlu dicermati mengenai pelaksanaan ujian ini.
Yang pertama adalah ketentuan syarat kelulusan siswa yang sempat berubah-ubah dan membingungkan. Jika sebelumnya syarat kelulusan antara ujian teori produktif dan ujian praktik produktif digabungkan dengan prosentasi 70:30, terakhir kali yang saya ketahui masing masing berdiri sendiri. Artinya syarat kelulusan ujian teori produktif adalah mencapai nilai diatas batas nilai minimal yaitu 4 sedangkan ujian praktik produktif batas nilai minimal 7. Akankah berubah lagi??
Yang kedua mengenai tipe ujian teori produktif yang hanya bertipe pilihan ganda. Tipe ujian ini sangat tidak cocok untuk diterapkan untuk siswa setingkat SMK. Seharusnya tipe ujiannya adalah pilhan ganda dan essay. Tipe pilihan ganda sangat mudah dijawab, bahkan siswa yang tidak tahu jawabannyapun masih bisa menjawab terlepas apakah jawabannya benar atau salah. Jika kita berbicara kualitas lulusan, bukan hanya sekedar lulus maka essay adalah tipe ujian yang tepat. Tapi 100% essay tentu sangat memberatkan siswa, karena itu tipe yang ideal adalah gabungan pilihan ganda dan essay.
Yang ketiga dan yang paling memgkhawatirkan adalah hasil ujian itu sendiri. Saya memberikan judul UN Teori Produktif VS Tryout Teori Produktif alasannya jika penilaian hasil UN Teori Produktif seperti yang terjadi pada Tryout Teori Produktif tentu kualitas pendidikan di Indonesia tidak bisa dipercaya. Memangnya ada apa dengan hasil Tryout Teori Produktif?
UN Teori Produktif baru dilaksanakan tahun ini begitu juga Tryout Teori Produktif. Saat pelaksanaan TryOut Teori Produktif sekolah kami mengambil kebijakan agar siswa menjawab di 2 lembar jawab yang berbeda, yang satu lembar untuk diserahkan ke Rayon yang satu lembar lagi dikoreksi oleh guru sekolah. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil TKM (Test Kendali Mutu) yang selalu berbeda dengan hasil yang dikoreksi guru sekolah. Dan ternyata hasil Tryout Teori Produktif yang di koreksi oleh Rayon (PDE?) berbeda jauh dengan hasil yang dikoreksi guru sekolah (termasuk saya pribadi). Ini mengindikasikan apa? Saya dan rekan-rekan guru sekolah yang tidak kompeten ataukah Pihak Rayon yang mengurusi koreksi ujian (PDE?) yang tidak bekerja sebagaimana mestinya?. Jika ini dibiarkan maka yang terjadi adalah nilai UN akan seperti nilai Tryout dan lulusan SMK tidak bisa dipercaya kualitasnya jika berdasarkan nilai yang ada karena pemberian nilai yang sembarangan dan asal ada nilai. Kesalahan guru sekolah ataukah pihak pengkoreksi di rayon?Bagaimana dengan di sekolah anda?

~ oleh gipsylinux pada Maret 25, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: